Madiun, ReportaseTimes – Dalam Peringatan Hari Kartini ke-147 Tahun 2026, Plt. Wali Kota Madiun, Fransiskus Bagus Panuntun meminta perempuan untuk aktif untuk berpartisipasi dalam pembangunan di Kota Madiun, Jawa Timur. Pasalnya, perempuan menjadi bagian strategis dalam mendorong kemajuan daerah menuju visi besar Indonesia Emas 2045. Hal tersebut disampaikan saat memimpin upacara Hari Kartini ke-147 di halaman Balai Kota Madiun, Selasa (21/4/2026)
Menurut Bagus Panuntun, kesetaraan gender di Kota Madiun Jawa Timur sangat baik. Seluruh perempuan Kota Madiun harus aktif berpartisipasi dalam pembangunan.
“Apalagi saat ini kesetaraan gender di Kota Madiun ini sudah sangat baik. Hal itu terwujudkan dari banyaknya perempuan yang memimpin OPD, menjadi lurah, hingga menduduki berbagai jabatan penting lainnya di Kota Madiun,” jelasnya, Selasa (21/4/2026)
Menurut Bagus, banyaknya perempun memimpin OPD menunjukkan perempuan di Kota Madiun hadir bukan hanya sebagai symbol. Namun para perempuan turut sebagai pengambil keputusan dari sektor pemerintahan hingga pelayanan publik.
Ia menyebut data Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kota Madiun tercatat mencapai 96,05 pada 2025 atau meningkat dari 95,26 pada 2024. Angka ini menunjukkan tingkat kesetaraan yang tinggi antara laki-laki dan perempuan, terutama dalam aspek
Tak hanya itu, lanjut Bagus, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) pada 2024 berada di angka 0,093 mendekati nol. Kondisi itu menunjukkan ketimpangan sangat rendah.
“Capaian ini menempatkan Kota Madiun sebagai salah satu kota dengan pembangunan gender terbaik di Jawa Timur,” ungkapnya.
Bagus mengatakan data yang ditunjukkan BPS menunjukkan keberhasilan kebijakan Pemkot Madiun yang berpihak pada kesetaraan. Hal itu ditunjang dengan aneka program mulai dari pemberdayaan perempuan hingga akses pendidikan.
Bagus berharap kedepan Kota Madiun akan melahirkan banyak generasi emas perempuan yang mampu menjadi penyeimbang sekaligus pendobrak dalam pembangunan.
Terlebih kehadiran perempuan menjadi penting untuk menghadirkan perspektif yang lebih beragam dan humanis dalam setiap kebijakan.
“Untuk itu generasi emas perempuan di Kota Madiun harus banyak dan terus berkarya,” akhirnya.







