Bupati Blitar Rijanto Lantik 26 Formasi Jabatan, Tekankan Integritas dan Kinerja

Blitar, ReportseTimesBupati Blitar, Drs. H. Rijanto, M.M secara resmi melantik dan mengambil sumpah/janji 1 Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, dan 25 jabatan administrator serta jabatan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Ronggo Hadinegoro (RHN) Kota Blitar, Rabu (14/01/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Rijanto menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah, kepercayaan, sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, dan dedikasi.

Menurutnya, mutasi dan rotasi jabatan yang dilakukan bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari evaluasi kinerja, khususnya hasil pelaksanaan tugas dan tanggung jawab selama satu tahun terakhir pada 2025.

“Mutasi dan promosi jabatan ini merupakan hasil evaluasi kinerja, bukan sekadar pergantian posisi. Setiap pejabat yang dilantik dipilih secara objektif berdasarkan kinerja, loyalitas, kompetensi, dan pengabdian,” ungkap Rijanto.

Bupati juga mengingatkan bahwa, tantangan ke depan semakin kompleks. Tuntutan pelayanan publik yang tinggi, dinamika kebijakan nasional, serta kebijakan efisiensi anggaran harus dihadapi dengan sikap solid, inovatif, dan disiplin. Ia menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya kinerja aparatur.

“Tahun 2026 menjadi tahun yang sangat strategis. Saya menargetkan realisasi belanja daerah berjalan optimal dan tepat waktu, Pendapatan Asli Daerah terus meningkat, serta kinerja seluruh perangkat daerah mampu melampaui target yang telah ditetapkan,” jelas Bupati Rijanto.

Selain itu, Rijanto menekankan pentingnya mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang selama ini diraih Pemerintah Kabupaten Blitar, disertai dengan penguatan prestasi lainnya. Namun ia menegaskan bahwa predikat bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk terus membenahi tata kelola pemerintahan agar semakin bersih, transparan, dan akuntabel.

Dalam arahannya, Bupati meminta seluruh pejabat yang dilantik segera beradaptasi dengan tugas baru, memperkuat kolaborasi lintas sektor, menjaga loyalitas terhadap organisasi dan pimpinan, serta menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Bupati Rijanto juga menuntut adanya inisiatif dan inovasi nyata dari pejabat struktural. Aparatur pemerintah tidak hanya bertugas sebagai pelaksana administrasi, tetapi juga pemimpin di unit kerjanya masing-masing.

“Jangan terbiasa menunggu perintah, terutama dalam pelayanan publik. Pejabat harus peka, bergerak cepat, dan memberikan solusi, bukan sekadar alasan,” tegas Bupati Rijanto.

Menutup sambutannya, Bupati Rijanto menyampaikan bahwa, seluruh proses mutasi dan promosi jabatan dilakukan tanpa adanya praktik jual beli jabatan dalam bentuk apa pun. Proses pengisian jabatan dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dengan mengedepankan prinsip meritokrasi, profesionalisme, dan transparansi.

“Jabatan adalah amanah, bukan hadiah. Amanah ini harus dijawab dengan kerja nyata, dedikasi, dan tanggung jawab penuh untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas Bupati Rijanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *