Fokus Pelayanan Publik Refleksi 1 Tahun Pemerintahan Kabupaten Blitar Dibawah Pasangan Rijanto-Beky

Blitar, ReportaseTimesRefleksi satu tahun pemerintahan Kabupaten Blitar (2025 – 2026) menunjukkan komitmen kuat pada peningkatan pelayanan publik, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur, didorong oleh semangat “Blitar Jaya Linuwih” (unggul dan istimewa).

Fokus utama meliputi penurunan angka stunting, pelayanan kesehatan inklusif, dan penanggulangan bencana, sejalan dengan penguatan ekonomi kerakyatan dan potensi pertanian dan peternakan.

Berikut adalah poin-poin refleksi 1 tahun pemerintahan Kabupaten Blitar:

Peningkatan Pelayanan Kesehatan & Stunting: Pemerintah fokus pada penanganan stunting dan memastikan layanan kesehatan merata dan inklusif bagi masyarakat.

Pembangunan Infrastruktur & Penanggulangan Bencana: Adanya aksi nyata dalam penanggulangan bencana, termasuk pemberian bantuan sosial (misalnya bantuan puting beliung) dan perencanaan pembangunan yang tertuang dalam forum konsultasi publik RKPD.

Penguatan Ekonomi & Sektor Pertanian: Potensi pertanian, perikanan, dan hasil bumi, khususnya di Blitar Selatan, dioptimalkan. Sektor pertanian dan peternakan menjadi tulang punggung perekonomian selain jasa.

Visi “Blitar Jaya Linuwih” slogan ini mencerminkan semangat pemerintahan untuk membawa Kabupaten Blitar tidak hanya maju, tetapi juga unggul dan istimewa.

Pengembangan Bumdesa: Peningkatan pemberdayaan ekonomi desa, contohnya melalui kegiatan produktif di Bumdesa (panen melon/hasil pertanian).

Pemerintahan Kabupaten Blitar terus berupaya menciptakan iklim kondusif untuk investasi dan pengembangan potensi daerah, termasuk memaksimalkan pengelolaan potensi kekayaan alam dan sejarah.

Meski sejumlah capaian telah diraih, Rijanto mengakui masih terdapat berbagai tantangan yang harus dibenahi. Ia menegaskan bahwa satu tahun pertama merupakan fase awal untuk meletakkan dasar pembangunan jangka panjang.

“Keberhasilan yang kita capai bukan hasil kerja satu dua orang, melainkan kerja bersama antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat. Sinergi adalah kunci,” ujarnya.

Ke depan, Pemkab Blitar akan mendorong hilirisasi industri agar produk daerah memiliki nilai tambah serta memperkuat ketahanan dan swasembada pangan.

Selain itu, menjelang Ramadan dan Idul Fitri, pemerintah memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok melalui koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan pelaksanaan pasar murah.

Kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem juga ditingkatkan melalui koordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Bupati Rijanto menegaskan, pembangunan yang dilakukan bukan untuk jangka pendek, melainkan sebagai warisan bagi generasi mendatang.

Bupati Rijanto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga integritas, memperkuat solidaritas, dan menghilangkan ego sektoral demi mewujudkan Kabupaten Blitar yang berdaya dan berjaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *