Magetan, ReportaseTimes – Bertempat di Lapangan Desa Cepoko, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, telah dilaksanakan Pagelaran Wayang Kulit Kebangsaan dengan Lakon Srikandi Krido.
Dengan didalangi oleh Dalang Alex Budi Sabdo Utomo dan bintang tamu Cak Percil, Abah Kirun, dan Lusi Brahman tersebut, Pagelaran Wayang Kulit Kebangsaan dibuka secara langsung oleh Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur, Eddy Supriyanto bersama Kepala DPRD Kabupaten Magetan, Suratno, Minggu (23/11/2025)
Turut hadir dalam pagelaran wayang kulit, Kepala Bakesbangpol Prov. Jatim Eddy Supriyanto, S.STP., M.PSDM, Bupati Magetan diwakili oleh Asisten 2 Sekretaris Daerah Kab. Magetan Winarto, S.Sn., M.M, Ketua DPRD Kab. Magetan dari Fraksi PKB, Suratno, Kepala BNNP Jawa Timur diwakili oleh Katim P2M, Hari Priyanto, Forkopimda, Camat Panekan beserta Kepala Desa, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta seluruh masyarakat di Kecamatan Panekan.
Sebelum pagelaran dimulai, kegiatan diawali dengan sosialisasi akan pencegahan peredaran narkotika di Kabupaten Magetan oleh BNN. Dalam sambutannya, Ketua DPRD Magetan, Suratno mengatakan bahwa, dengan diawalinya sosialisasi pencegahan peredaran Narkoba semoga ditahun 2026 Kabupaten Magetan bisa bebas narkoba.
“Antusias masyarakat sangat baik dalam pagelaran wayang kulit malam ini, dengan lakon Srikandi Krido tersebut menceritakan dalam kehidupan berbangsa bernegara harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh wanita. Perlu kita banggakan bahwa Gubernur dan Bupati kita adalah wanita,” jelasnya.
Dengan diiringi musik tradisional Gamelan Dalang Alex Budi Sabdo Utomo ini dengan lincah memainkan wayang kulit tersebut.
Inti dari cerita tersebut adalah dimana Dewi Srikandi sangat gemar dalam olah keprajuritan dan mahir dalam mempergunakan senjata panah. Kepandaiannya tersebut didapatnya ketika ia berguru pada Arjuna, yang kemudian menjadi suaminya. Dalam perkawinan tersebut ia tidak memperoleh seorang putra.
Dewi Srikandi menjadi suri teladan prajurit wanita. Ia bertindak sebagai penanggung jawab keselamatan dan keamanan kesatrian Madukara dengan segala isinya.
Dalam perang Bharatayuddha, Dewi Srikandi tampil sebagai senapati perang Pandawa menggantikan Resi Seta, kesatria Wirata yang telah gugur untuk menghadapi Bisma, senapati agung
Balatentara Kurawa.
Dengan panah Harusangkali, Dewi Srikandi dapat menewaskan Bisma, sesuai kutukan Dewi Amba, putri Prabu Darmahambara, raja Negara Giyantipura, yang dendam kepada Bisma.
Dalam akhir riwayat Dewi Srikandi diceriterakan bahwa ia tewas dibunuh Aswatama yang menyelundup masuk ke keraton Hastinapura setelah berakhirnya perang Bharatayuddha.
“Dalam momen tasyakuran hari jadi Provinsi Jawa Timur ke-80 dan Kabupaten Magetan ke-350, dan juga momen yang sangat luar biasa dibulan November ini bulan Pahlawan. Alhamdulillah juga Provinsi Jawa Timur mendapatkan predikat penghargaan Pahlawan Nasional, semoga ditahun-tahun yang akan datang semakin baik,” imbuhnya.
Diakhir sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Magetan mengucapkan selamat menikmati pagelaran wayang kulit dan selamat Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-80 dan Kabupaten Magetan ke-350 Tahun.
“Antusias masyarakat yang berdatangan ini sangat luar biasa, yang mana dari anak-anak hingga orang tua hadir di Lapangan Desa Cepoko, Kecamatan Panekan untuk menyaksikan Pagelaran Wayang Kulit Kebangsaan ini. Sekali lagi saya sampaikan, selamat menyaksikan dan selamat Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-80 dan Kabupaten Magetan ke-350,” akhirnya.







