Magetan, ReportaseTimes – Jadwal pembuangan sampah yang telah ditetapkan untuk mengangkut dari berbagai desa di Kabupaten Magetan ke lokasi TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Magetan menuai keluhan yang cukup mendalam dari para petugas pengangkut sampah.
Seperti yang dijelaskan seorang supir pengangkut sampah dari salah satu desa yang enggan disebut namanya mengaku merasa sangat kesal dan capek karena harus menghadapi kondisi ‘menunggu’ yang terus-terusan terulang.
“Kemarin kami datang tepat pada pukul 11 malam sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, tetapi ketika sampai di dekat gerbang masuk TPA, jalan masuk kami dihalangi oleh beberapa truk dam pengangkut sampah yang berasal dari pihak LH (Lingkungan Hidup) sendiri, Mereka mengatakan bahwa truk milik DLHP harus didahulukan terlebih dahulu, sehingga kami terpaksa berhenti dan menunggu antrian yang sangat panjang. Akhirnya baru bisa masuk untuk menurunkan muatan sampah kami pada pukul 3 pagi,” keluh dia dengan nada kecewa yang terasa jelas.
Sebagaimana yang telah disosialisasikan sebelumnya, pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Kabupaten Magetan telah menetapkan bahwa pengangkut sampah dari desa-desa diizinkan untuk memasuki area TPA mulai pukul 23.00 WIB.
Namun, realitas yang terjadi di lapangan menunjukkan bahwa aturan tersebut tidak berjalan sesuai harapan, dan mereka harus menghadapi antrian yang sangat panjang hingga waktu yang tidak terduga.
Menurut cerita sang supir, kondisi seperti ini sudah bukan kali pertama terjadi. Beberapa pekan terakhir, mereka selalu menghadapi masalah yang sama setiap kali akan membuang sampah ke TPA.
“Kita bekerja dari pagi hari untuk mengangkut sampah dari setiap rumah dan tempat umum di desa kita, lalu harus menunggu sampai larut malam hanya untuk bisa membuangnya. Kadang-kadang setelah itu kita harus langsung kembali bekerja keesokan harinya, padahal tubuh sudah sangat lelah karena kurang tidur,” imbuhnya.
Supir tersebut juga menyampaikan harapan yang sangat jelas agar pihak terkait dapat segera menata ulang jadwal pembuangan sampah agar tidak terjadi benturan lagi antara pengangkut dari desa-desa dengan truk milik DLHP.
“Kalau bisa saja pihak DLHP mengembalikan jadwal seperti semula dulu, ya kita bisa masuk ke TPA sekitar pukul 7 malam saja. Jangan sampai jadwal kita berbarengan dengan truk sampah dari pihak LH sendiri. Kondisi seperti ini tidak hanya menyita waktu yang banyak, tapi juga membuat kami kesulitan dalam mengatur jadwal kerja dan bahkan mengganggu aktivitas pengangkutan sampah di wilayah desa kita,” pinta dia dengan penuh harapan.
Tentunya, dengan kondisi ini menjadi perhatian penting, karena saat ini Kabupaten Magetan tengah menghadapi situasi darurat sampah yang cukup serius. Bahkan, sesuai dengan rencana pembangunan dan pengelolaan sampah yang telah dibuat sebelumnya, TPA Magetan seharusnya sudah ditutup pada tahun 2026 ini dan digantikan dengan fasilitas pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan.
Namun, karena berbagai faktor teknis dan anggaran, upaya penutupan belum dapat diwujudkan sehingga pihak terkait harus terus berusaha mencari solusi terbaik untuk mengelola sampah yang terus bertambah setiap harinya.
Untuk mengetahui lebih jelas mengenai kondisi ini, tim media segera melakukan klarifikasi secara langsung dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Magetan, Saif Muchklisun, melalui telepon pada hari Rabu 11 Februari 2026 kemarin.
Kepala DLHP Magetan dengan senang hati menerima informasi yang disampaikan dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian masyarakat terhadap masalah pengelolaan sampah di Kabupaten Magetan. Selain itu, ia juga dengan jujur menjelaskan kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan TPA.
“Bukan berarti kami sengaja menghadang atau mendahului truk dari desa-desa, tapi memang pada kenyataannya jadwal pembuangan sampah saat ini bersamaan antara truk dari desa-desa dengan truk dam dari DLHP sendiri. Selain itu, keterbatasan infrastruktur di TPA juga menjadi salah satu faktor penyebab masalah ini – pintu masuk ke area pembuangan hanya ada satu, sehingga ketika ada banyak truk yang datang bersamaan, maka secara otomatis akan terjadi antrian yang panjang. Pada kejadian yang disampaikan kemarin, memang truk dam dari DLHP yang datang lebih dulu sehingga menjadi bagian dari antrian yang menyebabkan mereka harus menunggu hingga 2 hingga 3 jam lamanya,” jelas Muchklis dengan suara yang tenang namun penuh komitmen.
Beliau juga menegaskan bahwa pihak DLHP telah menyadari masalah ini dan akan segera mengambil langkah penyelesaian yang konkret dan tepat sasaran. “Kita sudah mulai merencanakan untuk menata ulang jadwal pembuangan sampah secara menyeluruh. Misalnya saja, jadwal untuk pengangkut sampah dari desa-desa yang semula diatur pada pukul 23.00 WIB akan kami majukan menjadi pukul 21.00 atau 22.00 WIB saja. Dengan mengubah jadwal seperti ini, kami berharap tidak akan terjadi lagi benturan jadwal antara truk dari desa-desa dengan truk milik DLHP. Seperti kalau kita mau berobat ke dokter, ya harus datang lebih awal agar tidak antri terlalu lama dan bisa mendapatkan pelayanan dengan baik,” ujarnya dengan nada yang penuh keyakinan.
Selain menyesuaikan jadwal pembuangan, pihak DLHP juga akan menerapkan sistem prioritas yang jelas untuk mempercepat proses pembuangan sampah di TPA. “Kita akan menetapkan bahwa pengangkut sampah dari desa-desa akan selalu didahulukan dalam proses pembuangannya. Setelah truk dari desa-desa memasuki area TPA, sampah yang mereka bawa akan segera dipilah terlebih dahulu oleh petugas khusus menjadi sampah organik dan anorganik. Setelah itu, sampah organik akan didoser dan kemudian diratakan di area pembuangan yang telah ditentukan. Baru setelah seluruh proses untuk truk dari desa-desa selesai, truk dam dari pihak dinas akan masuk ke area pembuangan untuk melakukan proses pembuangan dan pemilahan sampah selanjutnya,” tandas Muchklis dengan tegas.
Beliau juga menjelaskan bahwa pihak DLHP sedang berupaya meningkatkan kapasitas dan efisiensi kerja di TPA Magetan, meskipun harus menghadapi keterbatasan yang ada. “Kita juga sedang melakukan evaluasi terhadap jumlah petugas dan sarana prasarana yang ada di TPA agar proses pembuangan dan pemilahan sampah bisa berjalan lebih cepat dan lancar. Selain itu, kita juga berencana untuk melakukan perbaikan pada beberapa bagian infrastruktur di TPA agar tidak lagi terjadi kemacetan atau hambatan dalam proses pembuangan,” tambahnya.
Di akhir pembicaraan, Muchklis juga mengajak kesadaran bersama kepada seluruh masyarakat Kabupaten Magetan untuk turut serta membantu mengatasi masalah sampah yang sedang dihadapi. “Salah satu kunci keberhasilan pengelolaan sampah adalah partisipasi aktif dari seluruh masyarakat. Sampah seharusnya sudah dipilah dari rumah masing-masing menjadi sampah yang bisa didaur ulang dan yang tidak bisa didaur ulang agar proses di TPA bisa berjalan lebih cepat dan tidak memakan waktu lama. Selain itu, kita juga mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan barang-barang sekali pakai yang bisa meningkatkan volume sampah setiap harinya,” jelasnya.
“Sekali lagi kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas masukan dan keluhan yang telah disampaikan oleh masyarakat. Kritik dan saran yang diberikan akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan bagi kami di DLHP. Kedepannya kami akan bekerja lebih baik lagi dan terus mencari solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Magetan agar bisa memberikan kenyamanan dan kualitas lingkungan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya dengan penuh tekad.







