15 Siswa Tak Masuk Sekolah, SDN Kawedanan 2 : Belum Bisa Disimpulkan Keracunan Karena Bermacam-Macam Gejala

Magetan, ReportaseTimesSebanyak 15 siswa di Sekolah Dasar Negeri Kawedanan 2 mendadak alami keluhan kesehatan. Kamis (21/5/2026) Informasi yang diterima dari belasan siswa tersebut mengalami keluhan yang bereda-beda.

Kepala Sekolah Dasar Negeri Kawedanan 2, Sugeng Purwanto membenarkan, memang tadi informasi dari teman-teman guru itu adanya siswa kelas 3A dan 3B yang tidak masuk dan dipulangkan dikarenakan sakit.

“Kami sudah koordinasi dengan pihak Puskesmas Kawedanan dan sudah ada tindak lanjut dari pihak Puskesmas yang sangat peduli dan cekatan. Jadi, 15 anak yang terdata itu gejalanya bermacam-macam, bukan keracunan atau sebagainya, dan ternyata dari pihak puskesmas sudah bergerak cepat dengan hasil kategori sakit yang berbeda-beda,” jelas Sugeng Purwanto, Kamis (21/5/2026)

Ia menyebut, berdasarkan data absensi di kelas 3A dan 3B itu sudah ada beberapa siswa yang tidak masuk dengan alasan sakit yang berbeda, namun puncaknya itu hari ini Kamis (21/5/2026)

“Awalnya itu dihari Senin ada 1 siswa kelas 3A dan 1 siswa 3B tidak masuk sekolah, dan dihari Selasa itu semua masuk, kemudian dihari Rabu ada 2 siswa tidak masuk dan 2 siswa dipulangkan karena sakit dan 1 siswa tidak masuk dan 1 siswa dipulangkan. Dan puncaknya itu dihari ini tadi ada 13 siswa tidak masuk dan 2 siswa dipulangkan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, setelah adanya koordinasi dengan pihak Puskesmas Kawedanan memang belum bisa menjelaskan secara rinci dari ke-15 siswa yang sakit tersebut.

“Informasi dari pihak Puskesmas sendiri ke-15 siswa yang terdata itu gejalanya bermacam-macam, jadi tidak bisa langsung disimpulkan keracunan MBG, ada yang demam, ada yang pilek, mual, bahkan ada juga yang sudah sakit sejak di rumah,” terangnya.

Selaku Kepala Sekolah, Sugeng meminta agar masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian sebelum hasil pemeriksaan resmi keluar dari petugas kesehatan.

“Kami berharap informasi ini tidak berkembang menjadi simpang siur. Kalau memang bisa dibuat kondusif kenapa tidak, karena yang utama adalah kenyamanan dan kesehatan anak-anak,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Kawedanan, Siti Maifuroh, lansung melakukan tracking dan screening terhadap siswa yang mengalami keluhan kesehatan. Petugas Kesehatan belum biss menyimpulkan apakah berkaitan dengan MBG atau faktor lain, karena gejala mereka tidak sama.

“Kami belum bisa menyimpulkan apakah ini berkaitan dengan MBG atau faktor lain, karena gejalanya tidak sama. Saat ini kami masih melakukan screening dan pengumpulan data valid,” katanya.

Jika diperlukan, pihak Puskesmas Kawedanan juga akan melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan maupun kondisi kesehatan siswa guna memastikan diagnosis secara akurat.

“Kami harus memastikan dulu diagnosisnya apa. Kalau memang diperlukan pengambilan sampel atau pemeriksaan lanjutan, tentu akan kami lakukan,” akhirnya.

Hingga kini, proses pendataan dan pemeriksaan terhadap siswa masih terus berlangsung. Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait dugaan keracunan MBG tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *