Anggota DPRD Provinsi Jatim dari Golkar Jairi Irawan Ajak Media Jaga Profesionalisme di Tengah Arus Informasi Cepat 

Berita, Blitar, Daerah, Politik2149 Dilihat

Blitar, ReportaseTimes – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Golkar, Jairi Irawan, menggelar acara buka bersama awak media se-Blitar Raya di Hall Kampung Coklat, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jumat malam (20/2/2026).

Puluhan jurnalis dari berbagai platform, mulai dari media cetak, daring, televisi hingga radio, hadir dalam forum yang berlangsung dinamis dan terbuka. Diskusi menyoroti peran media dalam menjaga profesionalisme di tengah tuntutan kecepatan informasi.

Dalam pemaparannya, Jairi menegaskan bahwa di era banjir konten media sosial, peran pers profesional justru semakin krusial. Media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penjaga nalar publik.

“Kecepatan itu penting, tapi akurasi jauh lebih menentukan. Informasi yang tidak diverifikasi bisa memicu kegaduhan. Di sinilah media arus utama diuji integritasnya,” ujarnya.
Ia juga menyinggung perubahan pola konsumsi informasi masyarakat. Jika sebelumnya publik bergantung pada media konvensional, kini satu unggahan di media sosial dapat membentuk opini dalam waktu singkat. Kondisi ini dinilainya sebagai tantangan sekaligus peluang.

“Tantangan karena hoaks dan opini tanpa dasar data mudah menyebar. Peluang karena media bisa memperluas jangkauan lewat kanal digital tanpa meninggalkan kaidah jurnalistik,” katanya.

Menurut Jairi, adaptasi media terhadap perkembangan teknologi merupakan sebuah keharusan. Namun prinsip verifikasi, konfirmasi, dan keberimbangan tetap harus dijaga.
“Adaptasi itu wajib, tapi prinsip verifikasi, konfirmasi, dan keberimbangan tidak boleh ditawar,” tegasnya.

Dalam sesi diskusi, sejumlah jurnalis menyoroti persoalan keberlanjutan bisnis media di tengah persaingan dengan konten kreator independen. Selain itu, muncul pula pembahasan pentingnya sinergi antara media dan legislatif dalam menyampaikan program pembangunan secara utuh kepada masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Jairi menegaskan komitmennya untuk menjaga komunikasi yang terbuka dan profesional dengan insan pers. Ia menyebut media sebagai mitra kritis dalam proses evaluasi kebijakan publik.

“Relasi legislatif dan media harus sehat. Kritik yang konstruktif justru memperkaya proses pengambilan keputusan,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama. Forum ini diharapkan menjadi ruang penguatan kolaborasi antara wakil rakyat dan jurnalis, guna menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus media sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *