Bagi 1000 Anak Yatim Pemkab Magetan : Zakat Bukan Sekedar Berbagi, Namun Membangun Bangsa Yang Kokoh

Bupati Nanik Sumantri saat memberikan bantuan kepada salah satu anak yatim piatu

Magetan, ReportaseTime – Suasana hangat meriah memenuhi ruang GOR Ki Mageti pada Kamis pagi (5/3/2026). Ribuan anak yatim dari seluruh pelosok Kabupaten Magetan berkumpul bukan hanya untuk menerima bantuan, tapi juga untuk merasakan sentuhan kehangatan dari pemerintah dan seluruh komponen masyarakat dalam acara sosial bertajuk “Santunan 1000 Anak Yatim: Zakat Menguatkan Indonesia” yang digelar kolaborasi Pemerintah Kabupaten Magetan dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Magetan.

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dihadiri langsung oleh Bupati Magetan, Nanik Sumantri, didampingi Wakil Bupati Magetan, Drs. H. Slamet Riyadi, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Magetan yang meliputi Kapolres, Dandim, dan Ketua DPRD. Tidak hanya itu, puluhan perwakilan lembaga amil zakat swasta, tokoh masyarakat, serta orang tua angkat dari panti asuhan juga turut hadir untuk menyaksikan momen berharga ini.

Dalam sambutannya, Bupati Nanik Sumantri menyampaikan bahwa agenda ini bukan sekadar bentuk kepedulian semata, melainkan bukti nyata bagaimana pemerintah daerah bekerja sama erat dengan seluruh elemen masyarakat untuk menjawab tantangan sosial di tengah komunitas.

“Kami melihat bahwa anak yatim bukan hanya kelompok yang membutuhkan bantuan, melainkan generasi penerus bangsa yang memiliki potensi luar biasa untuk membawa perubahan baik bagi Kabupaten Magetan dan Indonesia secara keseluruhan,” tegasnya dengan penuh semangat.

Bupati juga mengapresiasi secara mendalam kepada Baznas dan seluruh lembaga amil zakat yang telah bekerja keras dalam mengumpulkan dan mendistribusikan zakat kepada yang berhak menerima. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana potensi zakat di daerah bisa dikelola secara profesional dan transparan.

“Zakat adalah bagian dari ajaran agama yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan sosial. Di bulan Ramadhan yang akan segera tiba, momentum ini harus kita jadikan sebagai ladang amal yang luas untuk memperkuat solidaritas antar sesama,” jelasnya.

Tak hanya memberikan santunan berupa paket sembako, uang pendidikan, dan perlengkapan sekolah, acara ini juga menghadirkan sesi interaktif antara Bupati dengan para anak yatim. Beberapa anak bahkan berani naik ke panggung untuk berbagi cerita tentang impian mereka di masa depan – mulai dari ingin menjadi dokter, guru, hingga tentara yang siap membela negara.

“Saya ingin menjadi dokter untuk membantu orang tua yang tidak mampu biaya pengobatan,” ujar Siti Nurhaliza (12 tahun), salah satu anak yatim dari Kecamatan Ngimbang yang merasa sangat terinspirasi oleh sambutan Bupati.

Bupati Nanik langsung memberikan motivasi khusus kepada setiap anak yang berbagi cerita.

“Jangan pernah merasa bahwa keadaanmu saat ini menghalangi kamu untuk meraih cita-cita. Kita semua di sini siap menjadi dukunganmu – baik dari sisi pendidikan, kesehatan, hingga pembinaan karakter. Yang penting, kalian tetap bersemangat menuntut ilmu dan menjalankan ibadah dengan khusyuk,” pesannya yang membuat banyak anak dan hadirin terharu.

Kepala Baznas Kabupaten Magetan, H. Mochammad Ali, menjelaskan bahwa santunan skala besar ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang telah direncanakan sejak awal tahun.

“Kami melakukan pendataan mendalam selama tiga bulan untuk memastikan bahwa bantuan tepat sasaran. Selain santunan tunai dan barang, kami juga akan melanjutkan program bimbingan belajar dan pelatihan keterampilan bagi anak yatim yang sudah memasuki usia remaja,” ungkapnya.

Menurutnya, potensi zakat di Kabupaten Magetan setiap tahunnya terus meningkat berkat kesadaran masyarakat yang semakin tinggi akan pentingnya menunaikan kewajiban zakat.

“Dengan sinergi yang baik antara pemerintah dan lembaga amil zakat, kita yakin zakat bisa menjadi alat yang efektif untuk mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” tambahnya.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kiai H. Abdul Wahid dari Pondok Pesantren Nurul Huda Magetan, serta penyerahan simbolis bantuan kepada perwakilan anak yatim dari 18 kecamatan di Kabupaten Magetan. Bupati juga menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mengembangkan program serupa dan bahkan meningkatkan cakupan serta manfaatnya di masa mendatang.

“Kegiatan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari gerakan kolektif kita untuk menjadikan Kabupaten Magetan sebagai daerah yang peduli, sejahtera, dan berakhlak mulia. Zakat bukan hanya tentang berbagi, tapi tentang membangun fondasi bangsa yang kokoh dari generasi muda kita,” pungkas Bupati Nanik Sumantri sebelum acara ditutup dengan aksi foto bersama seluruh peserta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *