Magetan, ReportaseTimes – Bertempat di Gedung Pesat Gatra Polres Magetan, Kepolisian Resor (Polres) Magetan menggelar Konferensi Pers Akhir Tahun 2025 dengan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan, Welly Kristanto, PJU Polres Magetan, Perwakilan Jasa Raharja, serta beberapa awak media, Senin (29/12/2025) siang.
Dalam paparannya, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa menuturkan, sepanjang tahun 2025 ini Polres Magetan berhasil mencatat total 154 kasus kriminalitas dengan presentase penyelesaian mencapai 87,7 persen.
“Jika dibandingkan dengan Tahun 2024 ke Tahun 2025 tren kriminalitas turun 28 persen. Ini menggambarkan bahwa kegiatan preventif dan preemtif yang kami laksanakan berjalan dengan baik, termasuk himbauan kamtibmas kepada masyarakat,” jelas Kapolres Magetan, Senin (29/12/2025)
Sebagai informasi, dari data kriminalitas tersebut kasus penipuan menjadi yang terbanyak dengan 24 kasus, disusul dengan kasus pencurian dan kekerasan sebanyak 21 kasus, serta curanmor 16 kasus.
Kapolres Magetan menegaskan meskipun jumlah perkara menurun namun presentase penyelesaian justru mengalami kenaikan dari 86,9 persen ditahun 2024 menjadi 87,7 persen di tahun 2025.
Selain itu, Polres Magetan juga menangani sejumlah kasus viral sepanjang tahun 2025, di antaranya perseteruan antar perguruan pencak silat, perampokan minimarket di Kecamatan Maospati, kekerasan dan eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur, kecelakaan Kereta Api Malioboro Express, pencurian dengan kekerasan terhadap lansia di Kecamatan Karas, pembunuhan bayi, pembobolan ATM di Kecamatan Barat, penipuan dan penggelapan koperasi MSI dengan ribuan korban, hingga aksi main hakim sendiri terhadap pencuri yang masih di bawah umur.
“Dari seluruh kasus viral yang kami tangani, alhamdulillah seluruhnya dapat diproses secara hukum hingga tuntas. Kami pastikan para pelaku mendapatkan sanksi sesuai perbuatannya,” ucapnya.
Sementara itu, dibidang Narkotika jajaran Satresnarkoba Polres Magetan selama tahun 2025 berhasil mengungkap 34 kasus dengan persentase penyelesaian mencapai 88 persen.
Dengan Rincian : Kasus Sabu sebanyak 21 perkara, daftar G 9 perkara, Ganja 2 perkara, dan obat berbahaya 2 perkara. Usia pelaku didominasi rentang 20 hingga 30 tahun, dengan total 22 tersangka.
“Peningkatan pengungkapan kasus narkoba bukan berarti situasi memburuk, melainkan menunjukkan kinerja kepolisian yang semakin maksimal. Bahkan, Polres Magetan berhasil mengungkap barang bukti sabu seberat 28 gram, yang disebut sebagai pengungkapan terbesar sepanjang sejarah Polres Magetan,” bebernya.
Bidang Sat Samapta mencatat 64 kasus tindak pidana ringan selama tahun 2025, turun 12 kasus dibandingkan tahun sebelumnya. Barang bukti minuman keras yang diamankan mencapai 46,5 liter arak jawa, meningkat 8,1 liter dibandingkan tahun 2024.
Ia menambahkan pada bidang lalu lintas, Satlantas Polres Magetan mencatat penurunan angka kecelakaan sebesar 7 persen, dari 659 kasus pada tahun 2024 menjadi 610 kasus di tahun 2025. Korban meninggal dunia juga menurun dari 80 orang menjadi 67 orang. Korban luka berat turun 40 persen, sedangkan luka ringan turun 7 persen. Kerugian material akibat kecelakaan juga menurun signifikan, dari Rp1,05 miliar menjadi Rp745,2 juta.
“Mayoritas kecelakaan terjadi pada pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, dengan korban didominasi usia produktif 16 sampai 30 tahun. Karena itu, kami akan terus memaksimalkan program Police Goes to School dan sosialisasi ke pesantren, perguruan tinggi, serta komunitas pemuda,” katanya.
Sementara itu, Sekda Magetan Welly Kristanto menyampaikan apresiasi kepada Polres Magetan atas sinergi dalam pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2025. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi dengan pendirian pos pelayanan dan pos pengamanan mampu menciptakan situasi aman dan kondusif di Kabupaten Magetan.
Terkait pergantian tahun, Pemkab Magetan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyiapkan sejumlah kegiatan di Alun-alun Magetan dan Plaza Ndoyo. Namun, masyarakat diimbau untuk merayakan tahun baru secara sederhana, tidak menyalakan petasan maupun kembang api, sebagai bentuk empati terhadap saudara-saudara di Sumatera dan Aceh yang tengah berduka.
“Harapan Ibu Bupati, perayaan pergantian tahun dilakukan secara sederhana, tidak berhura-hura, dan tetap menjaga situasi kondusif,” tutupnya.













