Magetan, ReportaseTimes – Diawal Tahun 2026 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan Komisi B melaksanakan kunjungan ke Telaga Sarangan, yang dipimpin Ketua Komisi B, Rita Haryati bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Magetan, Joko Trihono, Kamis (8/1/2026) pagi.
Kunjungan kali ini untuk evaluasi libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Salah satu lokasi yang disidak yakni salah satu warung yang sempat viral di media sosial.
Ketua Komisi B DPRD Magetan, Rita Haryati, menjelaskan, evaluasi Nataru dilakukan untuk melihat langsung kondisi lapangan, mulai dari tren kunjungan wisata hingga dampak viralitas di media sosial.
“Angka kunjungan ke Telaga Sarangan meningkat cukup signifikan. Sarangan masih menjadi destinasi populer di Jawa Timur. Kami juga melihat fasilitas umum yang perlu terus dibenahi ke depan,” jelasnya.
Lebih lanjut, meskipun kunjungan di wisata telaga sarangan mengalami peningkatan namun target PAD (Pendapatan Asli Daerah) periwisata belum sepenuhnya tercapai.
“Kalau PAD belum sampai target, memang karena masih proses berjalan. Namun dari naiknya angka kunjungan, otomatis ada tambahan pendapatan,” ujarnya.
Sebagai informasi, dari data Disbudpar Magetan mencatat, sepanjang 2025 Telaga Sarangan dikunjungi 1.094.668 wisatawan. Angka tersebut naik dibanding 2024 yang mencapai 1.080.666 pengunjung. Sementara PAD pariwisata Magetan pada 2025 tercatat Rp20,2 miliar, meningkat tipis dari 2024 sebesar Rp20,1 miliar, meski masih di bawah capaian 2023 yang menembus Rp20,34 miliar.
Terkait isu harga makanan, Komisi B DPRD Magetan dan Disbudpar menegaskan tidak memiliki kewenangan mengatur harga karena masing-masing pelaku usaha memiliki kebijakan sendiri.
Namun wisatawan diimbau menjadi konsumen cerdas dengan memeriksa daftar harga sebelum memesan.
“Untuk dampak viralnya Telaga Sarangan itu ada plus minusnya. Plusnya itu dengan viralnya di media sosial itu Sarangan semakin terkenal, orang yang belum pernah ke Sarangan menjadi antusias/ingin tau seperti apa Sarangan sampai seviral itu. Namun di sisi lain muncul persepsi harga mahal yang bisa merugikan citra destinasi. Karena itu, pelayanan yang transparan dan ramah dinilai menjadi kunci,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Komisi B juga mendorong percepatan penerapan sistem e-ticketing di Telaga Sarangan untuk meningkatkan efisiensi layanan sekaligus mendongkrak PAD.
Disbudpar Magetan pun mengajak pelaku usaha pariwisata menjaga kualitas pelayanan agar tidak mencederai kepercayaan wisatawan. Selain itu, dibahas pula pentingnya kompetisi sehat antar destinasi wisata.
Disbudpar mendorong travel agent menyusun paket wisata terpadu yang menggabungkan beberapa destinasi di Magetan, sehingga saling mendukung dan meningkatkan lama tinggal serta jumlah kunjungan wisatawan.













