Labuhan Sarangan Tahun 2026 Dipadati Pengunjung

Berita, Daerah, Magetan, Wisata2117 Dilihat

Magetan, ReportaseTimesKegiatan Budaya tahunan “Labuhan Sarangan” kembali digelar dalam rangkaian Sarangan Festival Tahun 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Telaga Sarangan tersebut berlangsung khidmat dan meriah, Jum’at (16/1/2026).

Labuhan Sarangan Tahun 2026 yang ditandai dengan prosesi Larung Tumpeng tersebut dihadiri jajaran, Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, Wakil Bupati Magetan, Forkopimda, Ketua DPRD Magetan, Suratno yang didampingi Ketua Komisi B, Rita Haryati, Kepala OPD Terkait, warga masyarakat Kelurahan Sarangan, serta pengunjung yang berdatangan di Telaga Sarangan Magetan.

Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, dalam sambutannya menegaskan bahwa, Labuhan Sarangan bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi sarat dengan nilai-nilai luhur yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

“Melalui Labuhan Sarangan ini kita diajarkan tentang nilai spiritual, gotong royong, kebersamaan, serta kepedulian terhadap kelestarian alam dan manusia. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita jaga dan tanamkan agar tradisi ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan hidup,” jelasnya, Jum’at (16/02/2025) pagi.

Bupati menuturkan, selain sebagai warisan budaya, Labuhan Sarangan juga memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan kepariwisataan berbasis budaya di Magetan.

“Sarangan tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Magetan, tetapi juga telah dikenal luas sebagai destinasi wisata di tingkat regional hingga nasional,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan kabar gembira bahwa Tradisi Labuhan Sarangan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

“Kami sampaikan kabar gembira bahwa Labuhan Sarangan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Kebudayaan RI,” ujarnya.

Melalui prestasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Magetan berkomitmen menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah serta diharapkan dapat mempromosikan Magetan sebagai destinasi wisata unggulan yang berkarakter budaya dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan perekonomian masyarakat, memberikan ruang bagi seniman lokal, serta memperkuat rasa memiliki dan kebanggaan terhadap kebudayaan daerah,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan pariwisata harus berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan. Ia mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk melayani wisatawan dengan ramah, jujur, dan penuh tanggung jawab.

“Selalu terapkan prinsip sapta pesona dalam setiap melayani wisatawan yaitu aman dalam sikap dan usaha, tertib dalam aturan dan harga,” akhirnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *