Maksimalkan Pemanfaatan DBHCHT TA 2025, Berikut yang Dilakukan DKPP Kabupaten Blitar

Blitar, ReportaseTimesMaksimalkan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2025 terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Blitar.

Seperti halnya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar, yang mana DKPP Kabupaten Blitar gencar meningkatkan kesejahteraan petani tembakau.

Tahun 2025 ini DKPP mengarahkan DBHCHT untuk pembangunan gedung penyimpanan dan dome pengering tembakau di Kecamatan Selopuro, sentra utama tembakau di Kabupaten Blitar.

“Selain dua fasilitas tersebut, pembangunan jaringan irigasi tersier juga tengah diselesaikan untuk mendukung keberlanjutan produksi pertanian di wilayah tersebut, yang mana kegiatan tersebut menjadi bagian dari program strategis yang didanai DBHCHT Tahun Anggaran 2025,” jelas Kepala DKPP Kabupaten Blitar, Ir. Setiyana, saat ditemui dikantornya, Senin (10/11/2025)

Setiyana menuturkan bahwa tahun ini DBHCHT digunakan untuk tiga kegiatan prioritas, yaitu irigasi, gudang tembakau, dan dome pengering.

Menurutnya, pembangunan gudang dan dome pengering bukan hanya proyek fisik, tetapi bagian dari upaya peningkatan mutu dan nilai jual hasil panen. Gudang berfungsi menjaga kualitas tembakau agar tetap prima, bahkan dapat meningkatkan harga jualnya di pasaran.

“Kalau penyimpanan dilakukan dengan benar, kualitas tembakau akan semakin baik dan nilainya naik. Karena itu, fasilitas gudang ini menjadi kebutuhan mendesak petani,” imbuhnya.

Sementara dome pengering tembakau menjadi inovasi baru yang dikembangkan DKPP kabupaten Blitar untuk mengatasi kendala cuaca saat musim penghujan. Teknologi ini memungkinkan proses pengeringan dilakukan tanpa tergantung pada panas matahari.

“Dengan sistem sirkulasi udara tertutup, daun tembakau bisa dikeringkan tanpa dirajang. Bahkan setelah musim panen berakhir, area bawah dome bisa digunakan untuk persemaian tanaman. Jadi bangunannya multifungsi,” terangnya.

Inovasi tersebut juga membantu petani menghemat biaya produksi karena tidak lagi membutuhkan plastik penutup persemaian.

“Biasanya petani menutup persemaian secara manual dengan plastik. Dengan dome, prosesnya lebih efisien dan ekonomis,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *