Magetan, ReportaseTimes – Mulai tahun ajaran 2025/2026 istilah SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) kini resmi digunakan untuk Kemendikdasmen menggantikan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) untuk menciptakan sistem pendaftaran yang lebih transparan dan berkualitas.
Sebagai informasi, bahwa Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dirasa sudah tidak sesuai dengan perkembangan hukum dan kebutuhan organisasi. Oleh karena itu, untuk meningkatkan pelaksanaan penerimaan murid baru di daerah, maka perlu penyempurnaan sistem penerimaan murid baru pada satuan pendidikan.
Hal tersebut yang menjadi dasar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia pada tanggal 26 Februari 2025 menetapkan Peraturan Nomor 3 Tahun 2025 Tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
PPDB telah diganti menjadi SPMB. Namun, walaupun nomenklaturnya berbeda, tetapi hakikatnya tetap sama yaitu merupakan keseluruhan rangkaian komponen penerimaan murid yang saling berkaitan dalam mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu bagi semua dengan prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi.
Perubahan ini bukan sekadar pergantian nomenklatur semata, tetapi merupakan bagian dari upaya negara untuk meningkatkan sistem penerimaan agar lebih inklusif dan berkualitas.
Tujuan SPMB yaitu untuk memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh murid untuk mendapatkan layanan pendidikan berkualitas yang dekat dengan domisili, meningkatkan akses dan layanan pendidikan bagi murid dari keluarga ekonomi tidak mampu dan penyandang disabilitas, mendorong peningkatan prestasi murid, dan mengoptimalkan keterlibatan masyarakat dalam proses penerimaan murid.
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magetan, Suhardi menuturkan bahwa, untuk SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Dikpora Magetan telah bergerak cepat agar proses penerimaan siswa baru berjalan bersih.
“Sebetulnya kemarin pada Selasa 5 Mei 2026 itu Dikpora sudah melakukan sosialisasi dan penandatanganan Pakta Integritas SPMB Tahun 2026 di Aula Gedung Pertemuan. Yang mana penandatanganan pakta integritas ini merupakan kontrak moral yang wajib dipatuhi oleh seluruh jajaran pendidikan di Magetan,” jelas Suhardi saat diwawancarai awak media, Rabu (13/5/2026)
Suhardi menyebut, SPMB itu belum berjalan dan nantinya akan dilaksanakan serentak pada awal Juni 2026 dengan 4 (empat) jalur utama.
“SPMB tahun ajaran 2026/2027 dimulai awal bulan Juni nanti, dan sekarang itu sudah ada Perbubnya yang mengatur bahwasanya metode SPMB itu tetap ada 4 model seleksi, yakni Prestasi, Afirmasi, Zonasi (Domisili), dan Mutasi. Jadi dengan 4 jalur utama tersebut tentunya menjadi Peringatan keras kepada seluruh jajaran pendidikan di bawah naungannya untuk menerapkan sebaik-baiknya,” bebernya.
Suhardi menjelaskan, untuk jalur afirmasi itu ditujukan bagi calon peserta didik dari keluarga ekonomi tidak mampu dan penyandang disabilitas. Yang mana Dikpora Magetan akan mengunakan data yang komplit untuk jalur afirmasi tersebut.
“Kalau boleh memilih jalur yang di prioritaskan itu adalah jalur Zonasi (Domisili) yang mana itu bertujuan untuk penyebaran pendidikan itu merata, tetapi karena jalur utama itu ada empat ya mau tidak mau kita serahkan kepada calon peserta didik untuk menggunakan jalur yang mana,” tuturnya.
Suhardi menekankan, untuk SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 ini tidak ada ruang bagi praktik kecurangan sekecil apapun.
“Saya sangat berharap tidak ada ruang bagi praktik kecurangan sekecil apapun itu !! Dan untuk para panitia berikan informasi yang secukupnya dan sedetail mungkin kepada calon orang tua wali murid, bersikaplah adil terhadap siapapun itu. Sedangkan untuk calon orang tua wali murid monggo ikut memantau juga jalannya SPMB di Kabupaten Magetan, Kita ingin menciptakan iklim pendidikan yang sehat sejak tahap pendaftaran. Jika sistemnya dimulai dengan jujur, maka kualitas pendidikan ke depan juga akan terjaga,” tutupnya.













