Magetan, ReportaseTimes – Bayangkan pasar hewan yang tidak berdebu, tidak berbau menyengat, pembeli merasa aman, dan limbahnya justru diubah jadi pupuk serta sumber energi. Itulah wujud Pasar Hewan Parang yang akan segera dibangun di Desa Trosono, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan, Sucipto, menyatakan pasar ini adalah satu-satunya pasar hewan berkonsep modern di daerah ini yang dilengkapi fasilitas kekinian.
“Ini bukan pasar hewan biasa. Ada ruang tunggu yang nyaman, setiap hewan diperiksa kesehatannya sebelum boleh masuk jika terindikasi sakit, otomatis tidak diterima,” jelasnya saat ditemui, Senin (15/6/2026).
Tak hanya soal kesehatan, keadilan dalam transaksi pun menjadi perhatian utama. Pasar ini akan menyediakan timbangan standar resmi, sehingga pembeli tidak perlu khawatir tertipu atau merasa dirugikan saat bertransaksi.
Yang paling unik, pasar ini dirancang ramah lingkungan. Limbah dari aktivitas pasar nantinya akan diolah menjadi pupuk organik maupun biogas. Hasilnya? Lingkungan pasar tetap bersih, udara segar, dan area transaksi pun dibuat sedemikian rupa agar tidak terik atau kepanasan.
Pembangunan pasar ini juga punya tujuan strategis lain. Karena lokasinya berada di jalur utama menuju Pasaran Pon, pemerintah berharap nantinya seluruh transaksi jual beli hewan ternak terpusat di sini.
“Kami ingin transaksi tidak lagi melimpah hingga keluar daerah, misalnya sampai ke Wonogiri, Jawa Tengah. Ini sekaligus menguatkan perekonomian lokal Magetan,” tegas Sucipto.
Untuk pembangunannya sendiri dimenangkan oleh CV. Estetika dengan Nilai Kontrak Rp.3,3 miliar.
“Berkas administrasi sedang diselesaikan dan diperkirakan selesai dalam waktu dekat, mungkin minggu ini,” ujarnya.
Pengerjaan pembangunannya sendiri direncanakan memakan waktu sekitar 6 bulan. Pasar ini nantinya akan menggantikan lokasi pasar hewan lama yang sebelumnya berada di kawasan Sirkuit Suryo Magetan.
“Kami harap Pasar Hewan Parang ini bisa langsung difungsikan begitu selesai dibangun. Selain mendongkrak perekonomian warga, tempat ini juga diharapkan meningkatkan kesejahteraan bagi para peternak dan pedagang di Magetan,” pungkas Sucipto.







