Pasokan MinyaKita Tetap Tersedia Secara Berkelanjutan, Bulog : Yang Penting Tiap Minggu Tetap Ada Barang di Pasar

Magetan, ReportaseTimes – Bulog (Badan Urusan Logistik) sebagai Perum (Perusahaan Umum) yang bergerak di bidang logistik pangan khususnya untuk mengelola pengadaan, penyimpanan, dan distribusi bahan pokok seperti beras guna menjaga stabilitas harga. 

Sejak awal tahun 2026 Pemerintah telah menugaskan BUMN pangan salah satunya yaitu Perum Bulog untuk menyalurkan MinyaKita sebesar 35% dari kuota Nasional untuk memangkas rantai distribusi sekaligus menjaga harga tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Dalam pengendalian distribusi dan harga MinyaKita di Kabupaten Magetan Bulog mulai mengambil peran lebih.

Di tengah keluhan sejumlah pedagang di Kabupaten Magetan yang mengaku kesulitan mendapatkan stok MinyaKita dalam beberapa pekan terakhir.

Saat berkunjung ke Gudang Bulog Magetan, Sabtu (9/5/2026), Kepala Cabang Bulog Ponorogo Jawa Timur, Budiwan Susanto menegaskan pihaknya rutin melakukan dropping minyak goreng ke pasar setiap pekan. Namun jumlah distribusi menyesuaikan stok yang tersedia di gudang Bulog.

“Setiap minggu pasti kami dropping. Minggu ini juga sudah kami kirim mulai Rabu dan Kamis kemarin. Jumlahnya memang tidak selalu sama, kadang pedagang dapat 50 dus, kadang 20 dus, tergantung stok yang kami kuasai,” ujarnya.

Menurut dia, pola distribusi itu sengaja diatur agar pasokan MinyaKita tetap tersedia secara berkelanjutan di pasar. Bulog memilih membagi stok secara merata dibanding menghabiskan pasokan sekaligus.

“Yang penting tiap minggu tetap ada barang di pasar,” katanya.

Bulog juga menegaskan harga jual MinyaKita tidak boleh melebihi HET sebesar Rp15.700 per liter. Pengawasan dilakukan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Satgas pangan.

Budiwan menegaskan pedagang yang menjual di atas HET akan dikenai sanksi bertahap mulai surat peringatan hingga pencabutan status sebagai agen Bulog.

“Kami lakukan pembinaan dulu. Kalau masih menjual di atas HET, kami beri SP1, SP2, sampai akhirnya diblacklist dan tidak bisa lagi menjadi agen kami,” tegasnya.

Pengawasan lapangan juga terus dilakukan menyusul adanya laporan kenaikan harga minyak di sejumlah pasar tradisional.

“Kalau ada informasi dari masyarakat atau temuan di lapangan, kami bersama Disperindag dan Satgas langsung turun mengecek,” imbuhnya.

Untuk distribusi di wilayah Magetan, Bulog rutin memasok pasar-pasar besar seperti Pasar Sayur Magetan dan Pasar Gorang-Gareng. Dalam sekali pengiriman, Bulog rata-rata mengirim satu truk yang kemudian dibagi untuk dua pasar tersebut.

Bulog berharap pola distribusi langsung ini dapat menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan minyak goreng masyarakat tetap terpenuhi di tengah tingginya permintaan pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *