Magetan, ReportaseTimes – Setelah melalui proses pengajuan yang berlangsung lama kini upaya warga dan pemerintah setempat dalam mengantisipasi potensi bahaya akhirnya membuahkan hasil baik.
Pohon besar di jalur jalan provinsi wilayah Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur kini dilakukan pemotongan.
Kegiatan pemotongan tersebut mendapat perhatian langsung dari anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Diana Sasa, yang hadir di lokasi untuk memastikan proses berjalan lancar. Rabu (15/4/2026)
Sebelumnya, pihak Kelurahan Plaosan telah melayangkan surat permohonan pemotongan kepada instansi terkait, mengingat kondisi pohon yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Melalui koordinasi dengan Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Provinsi Jawa Timur UPT Madiun akhirnya menindaklanjuti dengan pemotongan.
Diana Sasa sapaan akrab Diana Amaliyah Verawatiningsih mengatakan, memang ada beberapa laporan dari masyarakat bahwa ada beberapa kondisi pohon di sepanjang ruas Magetan-Sarangan yang membahayakan.
“Kemarin juga sudah saya lakukan cek secara langsung memang ada beberapa pohon besar dengan kondisi yang membahayakan di sepanjang ruas Magetan-Sarangan. Dan kemarin saya cek suratnya sudah masuk dan hari ini baru dieksekusi,” jelasnya.
Diana Sasa juga mengapresiasi atas sinergi antara masyarakat, pemerintah kelurahan, dan pihak dari Provinsi. Selain itu, Diana Sasa juga memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak ragu untuk melaporkan kondisi serupa.
“Kalau ada pohon besar di jalan provinsi yang berpotensi membahayakan, masyarakat jangan takut untuk melapor dan mengajukan surat ke pihak terkait. Ini demi keselamatan bersama,” imbuhnya.

Ia menilai, pemangkasan pohon seharusnya menjadi kegiatan rutin guna mencegah potensi kecelakaan, terlebih jalur wisata Magetan-Sarangan.
“Petugas sebenarnya patroli rutin, tetapi kadang tidak semua pohon dianggap berbahaya jika tidak ada laporan masyarakat. Idealnya memang perawatan dilakukan berkala,” tuturnya.
Diana Sasa juga menyoroti kondisi fasilitas perawatan jalan di tingkat UPT yang dinilai belum memadai dan banyak peralatan dalam kondisi rusak bahkan belum tersedia.
“Alat pemotong skywave yang sangat dibutuhkan justru belum ada. Kendaraan operasional juga sudah sangat tua, dan alat potong yang digunakan masih sederhana,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu warga Plaosan, H. Khoiri menyampaikan rasa terima kasih atas respon cepat yang diberikan pemerintah dan pihak terkait.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Kalau pohon itu tidak dipotong, kami merasa khawatir akan terjadi bencana, apalagi saat cuaca buruk,” katanya.
Dengan terealisasinya pemotongan ini, diharapkan keselamatan pengguna jalan semakin terjamin serta menjadi contoh kolaborasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah dalam menangani potensi risiko di lingkungan sekitar.







