Magetan, ReportaseTimes — Tari Lenggang Mageti yang ditampilkan sebanyak 2.026 guru dan Pelajar di Kabupaten Magetan bersama dengan Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, di Alun-Alun Magetan, Jawa Timur merupakan Puncak Peringatan Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional) Tahun 2026.
Dalam puncak peringatan Hardiknas Tahun 2026 di Kabupaten Magetan tersebut tampak menjadi simbol semangat kebersamaan, kekompakan, sekaligus pelestarian budaya lokal.
Ribuan peserta tampil kompak membawakan gerakan khas Tari Lenggang Mageti yang sarat nilai budaya dan semangat masyarakat Magetan.
Sebagai informasi, peserta Tari Lenggang Mageti terdiri atas 1.200 guru SD Negeri dan Swasta, 560 guru SMP, 500 guru PAUD, serta 40 pelajar perwakilan sekolah di Magetan.
Dalam sambutannya, Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti menyebut puncak Hardiknas Tahun 2026 ini tidak sekadar seremoni pendidikan, tetapi juga ruang bersama untuk merawat budaya daerah.
“Puncak Hari Pendidikan Nasional hari ini menjadi ruang bersama untuk melestarikan budaya lokal. Kolaborasi ribuan penari ini adalah simbol semangat dan keindahan masyarakat Magetan,” jelasnya.
Nanik menegaskan, pendidikan tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademik. Namun juga membentuk karakter, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Selain pertunjukan budaya, peringatan Hardiknas Tahun 2026 juga menjadi wadah penyampaian aspirasi generasi muda.
Sebanyak 19.610 surat terbuka ditulis siswa untuk Bupati Magetan sebagai bentuk harapan terhadap kemajuan pendidikan di daerah tersebut.
“Kami menyadari tuntutan masyarakat terhadap pendidikan semakin kompleks dan ingin direspons secara cepat. Oleh karena itu diperlukan inovasi dan keberanian melakukan perubahan,” imbuhnya.
Pada kesempatan itu juga dilakukan deklarasi Sekolah ASRI serta penyerahan penghargaan berbagai lomba Semarak Hardiknas 2026. Kegiatan tersebut diikuti peserta dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP.
Beberapa lomba yang mendapat perhatian di antaranya lomba menulis surat untuk Bupati Magetan dan Jurnalistik Award tingkat SMP.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magetan, Suhardi berharap momentum Hardiknas tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata dalam memajukan pendidikan.
“Kami sangat berharap peringatan Hardiknas dapat diwujudkan dalam tindakan nyata sebagai upaya memajukan pendidikan di Magetan,” tutupnya.













