Ratusan Prajurit Baru Dilantik di Secata Magetan, Brigjen Singgih : Harus Taat Hukum dan Sapta Marga

Magetan, ReportaseTimesDikmata (Pendidikan Pertama Tamtama) Infanteri TNI AD Gelombang III Tahun Anggaran 2025 secara resmi ditutup.

Penutupan yang berlangsung dengan upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapoksahli (Kepala Kelompok Staf Ahli) Pangdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Singgih Pambudi Arianto di Lapangan Candradhimuka, Secata Rindam V/Brawijaya, Magetan, Jawa Timur, Rabu (4/2/2026)

Kegiatan ini ditandai dengan penyematan tanda prajurit sekaligus pelantikan ratusan prajurit baru dengan pangkat Prada (Prajurit Dua).

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Aspers Kasdam V/Brawijaya, didampingi Kapendam V/Brawijaya, Kajasdam V/Brawijaya, Dansecata Rindam V Letkol Inf Arie Setianto, Dandim 0804/Magetan Letkol Inf Hasan Dasuki, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Magetan.

Usai penutupan, Brigjen TNI Singgih menjelaskan, program pendidikan ini merupakan bagian dari tahun anggaran 2025, namun pelaksanaannya berlanjut hingga 2026 karena adanya penyesuaian kuota.

“Ada beberapa tempat pendidikan yang pertama kita laksanakan di Secata Magetan ini jumlah 900 orang, Kemudian di Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya Situbondo, mereka juga membuka pendidikan untuk Gelombang III jumlah 900 orang, dan 640 orang dilaksanakan di Malang,” jelasnya.

Setelah resmi dilantik, para prajurit baru nantinya akan mengikuti latihan kecabangan infanteri selama satu bulan sebelum ditempatkan di satuan masing-masing.

Kapoksahli Pangdam V/Brawijaya menegaskan bahwa menjadi prajurit memiliki konsekuensi besar, terutama dalam hal kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan.

“Dua hal yang harus kalian pegang teguh, pertama patuhi hukum negara, kedua patuhi aturan internal di dalam TNI. Selama itu dilaksanakan, insya Allah kalian akan sukses,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan para prajurit agar tidak mengecewakan orang tua yang hadir menyaksikan momen kebanggaan tersebut.

“Kalau suatu saat terbesit untuk berbuat pelanggaran, ingat senyum ibu kalian hari ini. Jangan kecewakan kebanggaan orang tua,” pesannya.

Brigjen Singgih juga menekankan pentingnya budaya belajar dan berlatih bagi prajurit muda. Menurutnya, setiap senior adalah guru, dan setiap penugasan merupakan taman pembelajaran.

“Teruskanlah perjuangan kalian. Saya bangga,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Magetan Suratno menyampaikan apresiasi atas sinergi antara TNI dan pemerintah daerah. Ia menilai keberadaan pendidikan militer di Secata Magetan juga membawa dampak positif bagi daerah.

“UMKM kita jalan, bisa menyerap juga. Semoga ke depannya lebih banyak lagi, demi suksesnya pendidikan militer di Secata Magetan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, salah satu prajurit terbaik asal Kabupaten Lumajang, Sandy Purwanto, turut mengungkapkan rasa bangganya bisa menjadi prajurit TNI AD meskipun berasal dari keluarga sederhana.

“Saya sangat bangga bisa menjadi seorang prajurit TNI AD, dengan dukungan orang tua yang berlatar belakang tukang becak, alhamdulillah saya sanggup,” tutup Sandy.

Penutupan Dikmata Gelombang III ini menjadi momentum lahirnya prajurit-prajurit baru yang diharapkan siap mengabdi kepada bangsa dan negara dengan penuh tanggung jawab serta loyalitas tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *