Tradisi Dawuhan Masyarakat Lingkungan Ngluweng Sarangan Kembali Digelar

Magetan, ReportaseTimesMasyarakat Lingkungan Ngluweng, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur kembali menggelar tradisi Dawuhan atau Slametan Syukuran, yang bertempat di sumber mata air Ngluweng, Jumat (9/1/2026) pagi.

Tradisi adat Dawuhan kali ini bertepatan dengan Bulan Rejeb dalam penanggalan Jawa, yang dihadiri langsung oleh Plt. Lurah Sarangan, Suhadi SE, Kasi PEP Kecamatan Plaosan, Hariyanto, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Perangkat, serta Masyarakat Lingkungan Ngluweng.

Camat Plaosan, Dian Maheru Robbi Widyatmoko mengatakan, tradisi Dawuhan merupakan bentuk ungkapan syukur sekaligus doa bersama agar masyarakat terhindar dari bencana.

Ritual ini meliputi serah terima hasil bumi, syukuran, dan doa tahlilan yang dilaksanakan langsung di sumber mata air.

“Ini tradisi selamatan untuk bersyukur dan memohon berkah. Biasanya Dawuhan di Ngluweng dilakukan sebelum Labuhan Sarangan, umumnya di bulan Jawa Ruwah. Namun kemarin tidak ada Jumat Pon, sehingga baru bisa dilaksanakan sekarang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Labuhan Sarangan sendiri dijadwalkan berlangsung pada 16 Januari 2026 mendatang. Rangkaian tradisi dawuhan Ngluweng sendiri digelar selama dua hari, diawali dengan ziarah dan doa tahlilan bersama, dilanjutkan selamatan di Sumber Ngluweng.

“Syukuran di sumber air ini dimaksudkan agar membawa berkah bagi masyarakat Ngluweng,” imbuhnya.

Dalam prosesi tersebut, warga membawa Tumpeng Robyong berisi hasil bumi sebagai simbol rasa syukur atas limpahan rezeki dan kelestarian alam. Doa bersama dipanjatkan dengan khidmat, mencerminkan kuatnya ikatan sosial dan spiritual masyarakat setempat.

Tak hanya kaya tradisi, Desa Ngluweng juga menyimpan pesona alam yang masih jarang tersentuh. Berada di Kelurahan Sarangan, sekitar satu kilometer dari Telaga Sarangan, desa ini berada di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut.

Lingkungannya masih asri, jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Dari kawasan ini, Telaga Sarangan tampak bak kolam raksasa di atas langit. Desa Ngluweng juga dikelilingi tebing-tebing tinggi dengan panorama hijau yang menyejukkan mata. Salah satu spot tersembunyi yang menawan adalah Bulak, hamparan sawah sayuran milik warga yang berada di puncak perbukitan desa.

Akses menuju Desa Ngluweng cukup terbatas, hanya bisa dilalui dua sepeda motor atau pejalan kaki. Namun sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhi keramahan warga, udara pegunungan yang sejuk, hamparan tanaman hijau, serta gemercik aliran sungai.

Menariknya, desa ini juga pernah menjadi lokasi syuting film KKN di Desa Penari. Keindahan alam yang tersaji membuat Desa Ngluweng layak menjadi destinasi alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi lain Sarangan.

Dengan tradisi yang terus lestari dan panorama alam yang memikat, Desa Ngluweng menawarkan pengalaman budaya sekaligus wisata yang autentik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed