Magetan, ReportaseTimes – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Magetan Komisi bersama Anggota DPR RI Fraksi PKS, Riyono Caping menegaskan komitmen bersama untuk mengawal keluhan para peternak lokal terkait lonjakan harga pakan, fluktuasi harga telur, serta kendala penyerapan hasil produksi yang kini menjadi masalah nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan usai digelarnya pertemuan serap aspirasi yang melibatkan perwakilan DPR RI, DPRD Kabupaten Magetan, Dinas Peternakan (Kadis) setempat, dan para peternak lokal.
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Magetan, Rita, menegaskan bahwa pihak legislatif daerah akan terus mengawal dan menyuarakan aspirasi para peternak agar segera mendapat perhatian serius dari pemerintah.
“DPRD Kabupaten Magetan akan terus mendorong, memperjuangkan, dan menyuarakan apa yang menjadi keluhan para peternak di wilayah Magetan. Kami akan terus berkoordinasi dengan DPR RI dan Pemerintah Daerah supaya segera terjadi stabilitas harga dan penyerapan,” jelas Rita.
Ia menambahkan, bahwa langkah-langkah penyesuaian populasi perlu dilakukan agar keseimbangan pasar tercapai.
“Paling tidak populasinya dapat disesuaikan sehingga harga telur bisa kembali naik dan stabil. Itu harapan kami sebagai wakil rakyat,” imbuhnya.
Sementara itu, Riyono Caping menyampaikan bahwa koordinasi dengan daerah ini penting untuk membawa isu strategis ke tingkat pusat, mengingat permasalahan pakan dan telur sudah dirasakan peternak sejak beberapa bulan terakhir.
“Aspirasi ini bukan hanya hari ini. Satu bulan lalu kami juga sudah bertemu peternak Magetan untuk mencari solusi bersama atas isu harga telur, pakan, dan serapan pasar. Semua masukan ini akan kita kawal dan tindak lanjuti di tingkat pusat,” terang Riyono.
Dalam kesempatan tersebut, Riyono juga mengingatkan para pabrikan pakan agar tidak menaikkan harga sepihak di luar ketentuan pemerintah. Ia meminta Dinas Peternakan dan DPRD untuk melapor jika menemukan indikasi pelanggaran.
“Jika ditemukan pabrikan yang menaikkan harga pakan tidak sesuai aturan, silakan sampaikan kepada kami. Akan kami tindak lanjuti karena pakan tidak boleh naik seenaknya,” tegasnya.
Selain upaya pengawasan harga pakan, DPR RI mendorong percepatan alokasi cadangan jagung SPHP hingga 150.000 ton untuk membantu peternak skala kecil yang tertekan oleh Biaya Pokok Produksi (BPP).
Berdasarkan data dilapangan, rata-rata harga pakan konsentrat saat ini mencapai Rp7.800 hingga Rp8.000 per kilogram. Hal ini memberatkan peternak karena BPP berada di kisaran Rp23.400 hingga Rp23.800 per kilogram, sedangkan harga jual telur di tingkat peternak berada di kisaran Rp19.000 hingga Rp20.000 per kilogram.












