Magetan, ReportaseTimes – Berkurangnya transfer keuangan dari pemerintah pusat ke daerah yang mencapai 50 persen tentunya mengakibatkan ruang gerak pembangunan infrastruktur di Kabupaten Magetan menjadi terbatas.
Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kabupaten Magetan, Ir. Muchtar Wahid menyebut bahwa transfer keuangan dari pemerintah pusat ke daerah itu berkurang hampir mencapai 50 persen, yang mana itu berdampak pada pembangunan yang diperkirakan tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Magetan, Hariyanto membenarkan bahwa, untuk anggaran pekerjaan di Bidang Bina Marga sendiri mengalami pengurangan yang cukup besar ditahun 2026 ini.
“Untuk Tahun 2026 ini titik paket pekerjaan di Bidang Bina Marga berkurang dibanding tahun 2025 kemarin,” tegas Hariyanto saat ditemui diruangannya, Senin (11/5/2026) siang.

Hariyanto menyebut, Tahun 2025 Bidang Bina Marga mendapat paket pekerjaan sebanyak 53 titik dengan pagu APBD mencapai kurang lebih 43 Miliar Rupiah, sedangkan untuk Tahun 2026 sendiri hanya terdapat 26 titik paket pekerjaan dengan pagu APBD mencapai kurang lebih 26 Miliar Rupiah.
“Kalau pekerjaan penambalan jalan itu sudah dikhususkan di UPTD, sedangkan di Bidang sendiri itu ada pekerjaan berkala mulai dari Hotmix dengan anggaran DAK, dan ada pekerjaan pendukung yang dari APBD,” tuturnya.
Lebih lanjut, dengan anggaran yang terbatas ini Bidang Bina Marga belum mampu merealisasi pembangunan yang sesuai dengan harapan masyarakat.
“Fokus utama mungkin dari titik paket pekerjaan yang belum terselesaikan ditahun 2025 kemarin. Artinya, melanjutkan pekerjaan yang belum tuntas di tahun kemarin dan dilanjutkan di tahun 2026 ini,” imbuhnya.
Sedangkan untuk pemeliharaan jalan yang sudah dikhususkan tenaga UPTD dan URC ini polanya masih sama, yakni penanganan kerusakan ringan hingga sedang melalui tambal sulam.
“Untuk saat ini kami hanya mampu melakukan penambalan jalan rusak dan berlubang.Tapi memang tidak semua lubang bisa kita tutup, terutama yang kerusakannya berat karena itu harus melalui proyek,” ucapnya.
Hariyanto berpesan, dengan anggaran yang terbatas untuk Tahun 2026 ini Dinas PUPR Magetan bidang Bina Marga belum bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat, dan Bina Marga akan tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.










